Selasa, 08 April 2014

6 Makanan yang dapat meringankan Gejala PMS

PMS cenderung terjadi pada perempuan di usia akhir 20-an dan awal 40-an, dan cenderung terjadi dengan pola yang bisa diperkirakan. Jangan biarkan masalah ini mengontrol hidup Anda. Berdasarkan hasil temuan dalam beberapa tahun terakhir, gejala-gejala PMS ini bisa dikurangi atau dikontrol dengan penyesuaian gaya hidup.

Apa sebenarnya penyebab PMS dan kram? Salah satu pemicu utama adalah perubahan hormon. Tanda-tanda dan gejala PMS berubah sering dengan naik turunnya hormon dan menghilang dengan kehamilan dan menopause. Selain itu, perubahan zat-zat kimia di otak juga diyakini sebagai salah satu penyebabnya. Naik turunnya serotonin, zat kimia otak (neurotransmitter) yang diyakini berperan penting dalam pengaturan mood juga memicu gejala-gejala PMS. Kurangnya kadar serotonin bisa menyebabkan depresi pramenstrual, serta keletihan, kerajingan makanan serta gangguan tidur.

Gejala-gejala yang dialami setiap perempuan mungkin bervariasi. Karena berkaitan dengan mineral dan vitamin, Anda juga bisa mengurangi gejala-gejala PMS dan kram saat menstruasi dengan memperhatikan asupan makanan. Berikut beberapa makanan yang bisa membantu Anda menenangkan pikiran dan badan, baik sebelum maupun selama menstruasi.

Berikut beberapa jenis-jenis makanan yang bisa meringankan gejala PMS:



1. Produk-produk susu. Sebuah studi yang dipublikasikan di the Archives of Internal Medicine menemukan, perempuan yang makan 4 takar atau lebih produk-produk susu per hari berisiko lebih kecil mengalami gejala-gejala PMS termasuk cemas, perasaan kesepian, hipersensitif, sedih dan tegang.

2. Biji labu mentah. Biji labu kaya akan magnesium, yang telah terbukti bisa membantu mengurangi retensi cairan dan penurunan kekencangan payudara akibat PMS.

3. Ayam. Ayam merupakan sumber yang kaya vitamin B6. Menurut mayo clinic, vitamin B6 ini bisa meredakan gejala-gejala PMS.

4. Almond. Almond kaya akan vitamin E, yang bisa membantu mengurangi produksi prostaglandins  yang menjadi salah satu penyebab kram dan menurunnya kekencangan payudara.

5. Sayuran hijau. Sayuran hijau seperti bayam dan lobak hijau kaya kalsium yang terbukti bisa mengurangi gejala-gejala PMS baik fisik maupun mental.

6. Multivitamin. Karena beberapa gejala PMS berkaitan dengan rendahnya kadar nutrisi, Anda mungkin bisa menambah asupan multivitamin Anda.

sumber

Kamis, 03 April 2014

Kenali 10 Tanda Menstruasi Tidak Teratur

Setiap wanita pasti pernah mengalami menstruasi yang memasuki masa remaja atau pubertas. Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi pada wanita setiap bulannya. Siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Tapi mungkin tidak semua wanita yanng memiliki menstruasi yang sama, kadang siklus terjadi sekitar 21 hari dan 30 hari. Tapi siklus pun bisa terjadi berubah-ubah dari bulan ke bulan atau bisa tetap.

Sklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan. Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.

Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya terdapat pada 2/3 wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menarche <pertama kali terjadinya menstruasi> dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Ini dia 10 tanda menstruasi tidak teratur, yang perlu anda ketahui, berikut ini:

1. Jika usia sudah mencapai 16 tahun tapi belum juga mengalami menstruasi pertama.

2. Periode menstruasi Anda yang biasanya ada tiba-tiba berhenti, padahal tidak hamil.

3. Pendarahan menstruasi berlangsung terlalu lama, hingga lebih dari 7 hari.

4. Panjang siklus menstruasi terpisah lebih lama dari 35 hari atau kurang dari 21 hari, terhitung sejak hari pertama pendarahan menstruasi terjadi hingga ke hari pertama pendarahan di siklus berikutnya.

5. Pendarahan menstruasi sangat banyak hingga Anda harus mengganti pembalut setiap 1 hingga 2 jam sekali.

6. Ada pendarahan yang terjadi di luar jadwal menstruasi biasanya (misalnya siklus menstruasi sudah selesai, namun dua atau tiga hari berikutnya terjadi pendarahan lagi).

7. Mengalami kram berat secara mendadak yang tidak seperti biasanya. Kondisi ini umumnya dialami 50 persen wanita selama 1 atau 2 hari saat menstruasi.

8. Mengalami periode menstruasi yang tidak teratur padahal Anda belum memasuki masa perimenopause (menjelang menopause).

9. Tidak mengalami periode menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih, padahal Anda belum memasuki masa perimenopause.

10. Tidak mengalami periode menstruasi sama sekali padahal Anda masih berada di tahun-tahun reproduksi dan belum menopause.

sumber